Seputar Jabarku

Batu-batu Besar Hujani Kampung di Purwakarta, Diduga Akibat “Blasting” PT Mandiri Sejahtera Sentra tak Seuai SOP

Batu-batu besar menghujani Kampung Cihandeuleum, RT 009 RW 005, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Selasa (8/10/2109), sebanyak tujuh rumah warga dan satu sekolah rusak. Polisi memeriksa tiga orang saksi dari PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS) terkait jatuhnya batu-batu raksasa yang menghujani Kampung Cihandeuleum, RT 009 RW 005, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta.

“Sampai saat ini kami masih melakukan pemeriksaan tiga orang saksi yaitu juru ledak/survivor, pembantu juru ledak, dan pengawas operasional ,” kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Handreas Ardian saat dihubungi, Rabu (9/10/2019).

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purwakarta Wahyu Wibisono mengatakan, berdasarkan informasi dari warga, jatuhnya batu-batu raksasa diduga akibat aktivitas blasting atau peledakan batu yang dilakukan oleh PT (MSS) pada Selasa sekitar pukul 13.00 WIB.

“Hasil dari pengecekan di lapangan dan informasi dari saksi, batu tersebut jatuh dari ketinggian sekitar 500 meter ke rumah warga yang ada di bawah gunung,” kata Wahyu.
Akibatnya, tujuh rumah warga dan satu sekolah rusak. Dua dari tujuh rumah tersebut rusak parah. “Warga yang terdampak 68 KK 215 jiwa,” katanya.

Jatuhnya batu-batu besar itu diduga akibat aktivitas blasting atau peledakan batu yang dilakukan PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS) Selasa sekitar pukul 13.00 WIB. Akibat peristiwa itu, polisi memeriksa tiga orang saksi dari PT MSS.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai ada kesalahan prosedur yang dilakukan perusahaan tambang hingga menyebabkan hujan batu dan merusak rumah warga.

Anggota DPR RI dari dapil Purwakarta dan Subang, Dedi Mulyadi meminta Pemerintah Kabupaten Purwakarta, dalam hal ini, Kantor Lingkungan Hidup untuk mencabut izin penambangan perusahaan yang meledakkan tebing hingga menyebabkan rumah-rumah warga rusak.

Kesalahan SOP

Satreskrim Polres Purwakarta terus menyelidiki hujan batu raksasa akibat ledakan dinamit perusahaan tambang PT MSS di Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta.
Selain memeriksa lokasi kejadian, juga memeriksa sejumlah saksi, mulai dari saksi mata dari warga hingga pihak perusahaan tambang PT MSS.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga adanya kesalahan operasional yang tidak sesuai dengan Standar Operasional Peledakan. Sehingga batu raksasa menghujani pemukiman warga.

“Sejak kemarin kejadian kami langsung melakukan penyelidikan, sampai saat ini dugaan kami adalah pihak perusahaan tidak menggunakan SOP peledakkan blasting”, kata Handreas.
Pihaknya saat ini sudah melakukan pemeriksaan tiga orang dari pihak perusahaan tambang tersebut. Mulai dari juru ledak, bawahannya, dan satu orang bagian operasional. Tidak menutup kemungkinan masih banyak pekerja dari pihak perusahaan yang akan dilakukan pemeriksaan. Hal ini guna mengungkap penyebab pasti kejadian ini. “Untuk menetapkan tersangka, kita masih melakukan penyelidikan”, jelasnya.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close