Ekonomi

Turun Jadi 6 persen, Suku Bunga KUR Seharusnya 3 Persen

Suku bunga KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang akan turun menjadi 6 persen per Januari 2020 terbilang masih tinggi.

Seperti diketahui, pemerintah kembali menurunkan suku bunga KUR dari 7 persen menjadi 6 persen. Plafon maksimum untuk KUR mikro juga dilipatgandakan dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta per debitur.

Total plafon KUR ditingkatkan dari Rp 140 triliun menjadi Rp 190 triliun atau sesuai dengan ketersediaan anggaran pada APBN 2020.

Jumlah tersebut akan terus meningkat secara bertahap hingga Rp 325 triliun pada 2024.

Seharusnya suku bunga KUR turun menjadi 3 persen seperti suku bunga Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Badan Usaha Milik Negara.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Kadin Kota Bandung Bidang Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Kemitraan, Bambang Tris Bintoro, di Kota Bandung, Kamis 14 November 2019.

Baca  Dana CSR di Jabar Capai Rp 1,59 Triliun

Dia menilai, saat ini pasar produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) sangat berat karena maraknya barang impor.

“Dengan kondisi itu, UMKM memerlukan insentif suku bunga yang lebih rendah,” ujarnya.

Bukan hanya suku bunga, menurut dia, seharusnya dalam penyaluran KUR, pemerintah juga melakukan redefinisi persyaratan bankable bagi UMKM.

Menurut dia, hingga saat ini persoalan itulah yang menjadi hambatan terbesar bagi serapan KUR.

“Masalah terbesar bagi kredit UMKM, termasuk KUR, adalah agunan. Sebaiknya, agunan bagi UMKM dipermudah, misalnya dalam bentuk sarana usaha,” tuturnya.

Untuk penyaluran KUR yang akan difokuskan melalui kelompok, menurut dia, tidak menjadi persoalan besar.

Hanya, aturan teknisnya harus diperinci agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.

“Dalam sebuah kelompok, dimungkinkan diisi pelaku UMKM dengan sektor usaha yang berbeda dan skala ekonomi yang berbeda. Ini yang harus diatur secara rinci,” tuturnya.

Baca  UMP 2020 di Seluruh Indonesia

Keluhan soal agunan
Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Barat, Iwan Gunawan menilai, sejatinya persoalan terbesar dalam KUR bukanlah suku bunga.

Persoalan terbesar yang dikeluhkan UMKM dalam penyaluran kredit, termasuk KUR, adalah kolateral atau agunan.

“Sulit kalau masalah kolateral atau agunan ini belum diselesaikan,” ujarnya.

Menurut dia, selain menurunkan suku bunga, seharusnya pemerintah memberikan kemudahan kolateral bagi UMKM yang akan mengakses KUR. Sebaiknya, agunan kredit bagi UMKM berbentuk kelayakan usaha. ***

 

source : https://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/2019/11/14/turun-jadi-6-persen-suku-bunga-kur-seharusnya-3-persen

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close