HukumVideos

Pidato Sukmawati Soekarnoputri saat Bandingkan Nabi Muhammad & Soekarno

Organisasi masyarakat yang mengatasnamakan Forum Pemuda Islam Bima, Sabtu (16/11/2019) malam, melaporkan putri proklamator Ir Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri, ke Bareskrim Polri atas dugaan penodaan agama.

Laporan dilayangkan atas nama Imron Abidin yang mewakili Forum Pemuda Islam Bima.

Kuasa hukum pelapor Dedi Junaedi mengatakan, Sukmawati dilaporkan karena pernyataannya di salah satu forum diskusi.

Video Sukmawati Soekarnoputri saat mengisi sebuah acara menjadi viral di media sosial.

Dalam potongan video tersebut, Sukmawati Soekarnoputri tampak membandingkan Nabi Muhammad SAW dan presiden pertama Ir Soekarno.

Pernyataan Sukmawati tersebut dinilai oleh Ustaz Yusuf Mansur telah menyakiti hati umat Islam.

Sukmawati Soekarnoputri membantah dikatakan menistakan agama terkait ucapannya yang menyinggung Nabi Muhammad SAW. Ia menyebut Nabi Muhammad dan Sukarno memiliki derajat yang berbeda yang tidak bisa dibandingkan.

Baca  Forum Komunikasi Indonesia Maju (FKIM) Mengutuk Keras Insiden Penusukan Terhadap Wiranto

Sukmawati menyebut tidak pernah memiliki niat menistakan agama. Ia juga mengakui memiliki kecintaan terhadap Rasul.

“Ibu Sukmawati kan sedang mengadakan forum diskusi masalah radikalisme dan terorisme. Nah, ini beliau menyampaikan beberapa poin yang menurut kami perbuatan penistaan terhadap agama Islam,” ujar Dedi ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu malam.

“Kami ini keberatan terhadap pernyataan Ibu Sukma dalam diskusi tertanggal 11 November 2019 itu yang beredar lewat video di Youtube” lanjut dia.

Pernyataan Sukmawati yang dilaporkan, yakni ketika Sukmawati membandingkan kitab suci Alquran dengan Pancasila.

Selain itu, Sukmawati juga membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Soekarno.

Dedi menyebut, pernyataan Sukmawati itu diduga telah melanggar pasal 156 a Jo pasal 28 ayat (2) terkait penodaan agama.

Baca  Detik-detik Menkopolhukam Wiranto Diserang Pria di Padeglang, Banten, Jawa Barat

“Kami telah menyerahkan barang bukti berupa satu buah CD berisi video serta empat lembar print out screenshot,” lanjut Dedi.

Meski demikian, Dedi menyebut, saat ini surat Laporan Polisi (LP) belum dapat dikeluarkan.

“Intinya laporan kita sudah diterima di bagian pidana umum, hanya saja nomor laporan belum bisa keluar,” tutur Dedi.

Dedi mengklaim, pejabat yang berwenang membuat LP sedang tidak berada di ruangan Piket Siaga Bareskrim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close