Bandung RayaEkonomi

Demo Tolak RKUHP Ricuh di Bandung, 105 Mahasiswa Dirawat Dan 150 Orang Ditangkap

Polisi melepaskan ratusan orang usai aksi demonstrasi yang berujung ricuh di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Bandung, Senin (30/9). Tidak ada satu orang pun yang dijadikan tersangka.

Pemulangan para demonstran Tolak RKUHP itu dilakukan sejak Senin malam seusai massa membubarkan diri. Mereka berasal dari kelompok mahasiswa, pelajar, dan pihak di luar kelompok keduanya.

Kepala Polrestabes Bandung Komisaris Besar Irman Sugema mengatakan, penangkapan itu dilakukan untuk meredam suasana yang sempat memanas dan ricuh sejak sore hingga malam. Mereka dikumpulkan di depan Gedung Sate.

Kericuhan terjadi setelah para demonstran merobohkan pagar gedung DPRD Jabar. Insiden itu mirip dengan aksi unjuk rasa yang terjadi pekan lalu.

Usai pagar roboh, para demonstran Tolak RKUHP langsung melemparkan batu ke aparat. Polisi pun membalas dengan menembakkan gas air mata. Kompas.com yang berada di lokasi kejadian melihat sejumlah pemuda diamankan oleh pihak kepolisian di area parkiran motor Gedung Sate. Beberapa demonstran dibawa petugas medis lantaran terkena gas air mata. Beberapa orang di antaranya terpantau mengalami luka-luka. “Adik-adik tolong jangan melempar, kami mohon,” ujar petugas kepolisian melalui pengeras suara. Imbauan itu tak dihiraukan massa.

Baca  Koperasi Rizky Abadi Terus Berupaya Menjadi Bagian Dari Solusi

Irman mengatakan, saat diamankan di Gedung Sate, para demonstran itu menjalani interogasi dan pendataan.

“Setelah kami data dan lakukan interogasi awal, sudah cukup dilakukan identifikasi dan difoto. Bilamana nanti dibutuhkan untuk proses penyelidikan lebih lanjut kita bisa melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan,” lanjut Irman.

Namun hingga saat ini Irman mengatakan, pihaknya belum melakukan pemanggilan lanjutan.

“Kita masih dalam tahap interogasi awal dan pembinaan kepada adik-adik mahasiswa untuk tidak melakukan kegiatan aksi unjuk rasa yang anarkis,” ujarnya.

Irman menjelaskan lebih lanjut, aksi unjuk rasa memprotes berbagai Rancangan Undang Undang (RUU) yang kontroversial di DPRD Jabar awalnya berlangsung tertib dan damai.

Akan tetapi saat menjelang magrib di antara massa aksi mulai terpantau ada provokasi. Mulai dari upaya paksa masuk ke dalam gedung dan pelemparan benda-benda seperti botol plastik, batu hingga petasan.

Baca  Seniman Ronggeng Protes Ide Ridwan Kamil Ubah Pondok Seni Jadi Waterboom

“Dengan adanya insiden itu, eskalasi meningkat dan sesuai dengan prosedur penanganan pengunjuk rasa dilakukan upaya untuk lintas ganti agar massa bisa didorong supaya tidak semakin chaos. Kita gunakan water canon dan gas air mata karena itu memang sudah menjadi protap,” kata Irman.

Hingga pukul 17.50 WIB atau saat azan magrib berkumandang, massa masih melakukan perlawanan. Letupan dari tembakan gas air mata masih menggema. Kepulan gas air mata masih terasa menyengat.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close