Bandung RayaOlah Raga
Trending

Polemik Stadion Gelora Bandung Lautan Api

FIFA Pilih Stadion Si Jalak Harupat untuk Piala Dunia U-20 2021

FEDERASI sepak bola dunia, FIFA sudah memilih enam stadion di Indonesia yang akan dipakai untuk Piala Dunia U-20 2021. Namun sayang, dari keenam Stadion tersebut, tidak ada nama Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang terletak di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung.

Untuk wilayah Bandung, FIFA menunjuk Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung untuk salah satu venue.

Seperti diketahui, saat ini GBLA masih memiliki masalah berlarut. Setelah terungkapnya kasus dugaan korupsi, serah terima dari kontraktor ke Pemkot Bandung juga belum sepenuhnya selesai.

Polemik Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) seolah sudah menjadi sangat kusut. Ibaratnya mencari jarum dalam kumpulan jerami, solusi dari banyaknya permasalahan yang ada seperti sulit untuk dipecahkan.

Pemerintah Kota Bandung masih berupaya menyelesaikan serah terima aset Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dari PT Adhi Karya. Hal itu menjadi salah satu aspek penting agar stadion bisa kembali digunakan.

“Kita sangat ingin GBLA bisa segera diserahterimakan sehingga bisa segera digunakan,” kata Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna dalam rilis, Minggu (24/11/2019).

Baca  Koperasi Rizky Abadi Mendapatkan Izin Usaha Gadai dari OJK 2018

Kini, stadion berkapasitas 38 ribu penonton itu seperti mati suri. Ada, tapi tidak bisa berfungsi. Stadion GBLA kini tak bisa dipakai lantaran terjadi sejumlah kerusakan kontruksi pada bagian tribune dari stadion yang memakan biaya kurang lebih sebesar Rp 545 miliar tersebut.

Sejak awal dibangun, stadion yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat itu memang telah banyak cacat. Sebelumnya pada 2015 saat Ridwan Kamil menjabat sebagai Wali Kota Bandung, kasus korupsi pembangunan mencuat.

Penyidik dari Mabes Polri turun memeriksa sejumlah pejabat di Pemkot Bandung. Mereka menggeledah Kantor Dinas Tata Ruang Cipta Karya dan PT Adhi Karya. Dalam penggeledahan tersebut penyidik dari Bareskrim mengamankan sejumlah dokumen.

Masalah pengelolaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api sampai saat ini belum tuntas. Pihak kontraktor belum menyerahkan stadion tersebut ke Pemkot Bandung.

Akibatnya, Pemkot Bandung belum bisa sepenuhnya mengelola stadion GBLA di kawasan Gedebage itu pada November 2019 ini seperti pernah diklaim oleh Wakil Wali Kota Bandung Yana. “Dari Adhi Karya belum ada pembayaran dan serah terima,” kata Yana, Kamis (28/11/2019).

Baca  Karena Tidak Perawan, Atlet Senam Ditolak Ikut Sea Game 2019

Yana mengungkap masalah yang merundung stadion berkapasitas 38.000 penonton tersebut adalah, pihak kontraktor merasa bangunan Stadion GBLA telah selesai.

Namun, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mendapati temuan ada wanprestasi atau ingkar janji dari pihak kontraktor. “Ada angka yang harus diselesaikan Adhi Karya senilai Rp4,7 miliar,” ujar dia.

Menyikapi masalah itu, Yana memastikan Pemkot Bandung akan berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikannya. Namun persoalan tak kunjung selesai, lantaran pihak Adhi Karya belum sempat bertemu dengan Pemkot Bandung.

Anggota Komisi 1 DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Muhammad Farhan mengatakan kini masalah korupsi memang sudah selesai. Namun, peninggalan dari kosus korupsi tersebut masih ada hingga saat ini. Yakni adalah korupsi bahan dari setiap bangunan yang tidak semestinya. Bahan dan fasilitas yang ada dibeli dengan harga yang lebih rendah dengan kualitas rendah dari semestinya.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close