Bandung RayaBudayaPariwisata

Seniman Ronggeng Protes Ide Ridwan Kamil Ubah Pondok Seni Jadi Waterboom

Kelompok seniman dari Paguyuban Seni Ronggeng (PASER) Kabupaten Pangandaran bersama Masyarakat Seni Rakyat Indonesia (MASRI) melakukan aksi menolak pembangunan alih fungsi Pondok Seni Pangandaran yang direncanakan akan dijadikan Water Boom oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Seniman Budaya gelar Ruwatan Nolak Pondok Seni Pangandaran jadi Waterboom, menolak ide Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Rencana Pondok Seni Pangandaran disulap menjadi Waterboom dinilai mematikan upaya recovery Pandandaran pasca peristiwa tsunami 17 Juli 2006.

“Kenapa harus di Pondok Seni (Pangandaran) yang selama ini menjadi aktivitas kami mengolah rasa, karsa dan raga,” ujar Ketua Paguyuban Seni Ronggeng (Paser) Iyus Rusliadi, di sela aksi, di Pusat Pengembangan Kebudayaan (dulu YPK) Jalan Naripan Bandung, Jumat 13 Desember 2019.

Aksi seni ruat tersebut akan digelar oleh Paguyuban Seni Ronggeng (PASER) Kab. Pangandaran bersama Masyarakat Seni Rakyat Indonesia (MASRI) yang didukung para seniman dari BAJIDORIS, Gema Nusa Patriot (GNP) Kota Bekasi, Dapur Pangbarep, Santika Studio, Mekar Budaya, Padepokan Kalang Kamuning, Ranah Seni Bandung dan komunitas seni lainnya.

Baca  Bukit Santiong, Pilihan Destinasi Paralayang di Subang

Salah seorang seniman yang juga penggagas aksi ruat tolak Waterboom Pondok Seni Pangandaran, Mas Naju Munajar menyampaikan pengantar rencana aksi tersebut yang akan digelar besok. Arti dan maksud ruatan ialah meruwat, menyelamatkan orang dari gangguan tertentu.

Upacara ruwatan sebagai ungkapan hasil penghayatan hidup bermasyarakat bersama lingkungan alamnya yang dialami oleh para leluhur serta terkaji dari masa ke masa itu merupakan sarana pendidikan yang mengajarkan nilai2 kehidupan yang hakiki sebagai bekal hidup untuk mencapai ketenteraman, keselamatan, kesejahteraan dan kebahagian lahir dan batin.

Ruat Tolak Waterboom Pondok Seni Pangandaran, maksud dan tujuan bukan menolak program pembangunan yang dilakukan pemerintah Provinsi Jawa Barat, namun Ruwatan ini untuk mengingatkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat bahwa konsep pembangunan itu harus berpihak untuk kepentingan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat lahir dan batin.

Apa yang dinyatakan Gubenur Jawa Barat, M Ridwan Kamil ketika melepas ribuan pelari Jabar Internasional Marathon (JIM) Ahad (1/12/2019) lalu, bahwa Pondok Seni Pangandaran tempat para seniman menggelar kesenian tradisi dan menampilkan karyanya akan dijadikan Waterboom pada tahun 2020. Inilah yang menjadikan pemicu para seniman melakukan aksi seni dalam bentuk Ruat Tolak Waterboom Pondok Seni Pangandaran.

Baca  Mahasiswa di Jawa Barat Siang Ini Kembali Demonstrasi di Gedung Sate

Aksi Seni merupakan bentuk keprihatinan seniman terhadap kesewenangan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang akan mengalih fungsikan ruang ekspresi seni menjadi wisata air, yang sesungguhnya tidak ada kaitannya dengan Undang-Undang Nomor 5/tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, justru cenderung mematikan Kreativitas seniman dengan keseniannya, seperti halnya Ronggeng Amen.

Oleh karena itulah seniman yang tergabung dalam Paguyuban Seni Ronggeng (PASER) bersama seniman Jawa Barat bergabung melakukan aksi seni lewat ruwatan kolaborasi doa, gerak, dan bunyi.

Inti Ruwatan ini, adalah menolak Pondok Seni Pangandaran dijadikan Waterboom.

Aksi seni yang diselenggarakan di Taman Braga tersebut, menarik perhatian para pengguna jalan. Beberapa orang yang melintas ikut mengabadikan aksi seni yang menghadirkan tampilan Pencak Silat, Reak, Ronggeng Amen dari Pangandaran dan tampilan Seni Ngégél Jubleg dari Ciséwu Garut.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close